BELENGGU

Aku terkunci dalam penjara hati

Dunia seolah-olah tidak mau menerimaku

Karena aku sangat berbeda dengan yang lainnya

Padahal ini bukanlah keinginanku

Aku selalu dipermalukan oleh dunia

Aku merasakan ketidak adilan oleh dunia

Apakah aku salah ? Apakah aku melakukan kesalahan ?

Aku memiliki harapan yang tak mungkin dapat kuraih seperti mereka

Hanya seperti harapan-harapan didalam mimpi

Padahal aku tak memilki sesuatu yang menurutku salah, tapi aku memiliki pembatas yang tak bisa kulewati

Aku merasakan ada sesuatu hal…..

Aku tak bisa menunjukannya secara nyata, tapi aku bisa merasakannya, hanya aku sendiri

Alangkah tinggi dan besarnya pembatas ini

Aku bertanya pada diri

Apakah pembatas ini terlalu besar ?

Ataukah aku yang terlalu kecil ?

Aku selalu berdiam diri dalam kesunyian hati

Lalu, pada siapakah aku dapat bertanya ?

Apakah aku tak pantas meraih harapan-harapan itu ?

Aku tersadar bahwa aku ingin seperti mereka

Tapi mengapa aku tetap berbeda ?

Aku merasa aku tak punya daya dan kekuatan apa-apa ?

Aku menyesal mengapa aku begitu berbeda

Aku lemah, lelah, kecil, bodoh, tak berdaya, letih, hina, malu, menyesal, kesal, dan marah

Aku selalu mengurung diri dan berdiam dalam sepi

Aku tidak berani membuka diri

Karena aku selalu berada didalam pembatas ini

Tetapi cita-cita dari keinginan hati selalu muncul secara bebas

Aku berharap terbuka lebar jalan bagiku untuk melewati belenggu ini

Categories: Puisi | Tinggalkan komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.